Senin, 25 Februari 2019

Melasma




Melasma menyebabkan bercak berwarna. Bercak tersebut lebih gelap daripada warna kulit Anda yang biasa. Kondisi ini biasanya muncul pada wajah dan keberadaannya simetris, dengan noda yang sama di kedua sisi wajah. Area lain di tubuh Anda yang sering terpapar matahari juga bisa terkena melasma ini.
Penyebab kondisi ini masih belum jelas. Kemungkinan, melasma terjadi ketika sel-sel pembuat warna di kulit (melanosit) memproduksi terlalu banyak warna. Orang yang berkulit gelap biasanya lebih rentan terkena kondisi ini karena memiliki melanosit yang lebih aktif daripada mereka yang berwarna kulit terang.
Beberapa faktor penyebab melasma termasuk:
·         Paparan matahari
Cahaya ultraviolet (UV) dari matahari dapat merangsang melanosit. Bahkan, hanya sejumlah kecil paparan matahari dapat membuat melasma kembali setelah menghilang. Paparan matahari adalah alasan kondisi ini sering kali memburuk di musim  panas. Paparan matahari juga adalah alasan utama mengapa banyak orang dengan melasma memilikinya lagi dan lagi.
·         Perubahan hormon
Wanita hamil sering terkena melasma. Perubahan hormon menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, pil KB dan pengganti hormon juga dapat memicu kondisi ini.
·         Kosmetik
Produk perawatan kulit yang mengiritasi kulit dapat memperparah kondisi ini.
Faktor Pemicu
Orang yang berkulit gelap lebih berisiko daripada individu berkulit terang. Sensitivitas estrogen dan progesteron juga dikaitkan dengan kondisi ini. Berarti, pil KB, kehamilan, dan terapi hormon dapat memicu melasma. Stres dan penyakit tiroid juga telah dikemukakan sebagai faktor risiko melasma.

 Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :

Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit
        @dermatologistskincare kencana
Silakan kunjungi Toko kami di Tokopedia https://www.tokopedia.com/kencanaclinic

#dokterkulit
#spesialiskulitmojokerto
#spesialiskulitdankelamin
#klinikkencanaasrimedika
#mojosari
#mojokerto







Minggu, 24 Februari 2019

Dermatitis kontak






Dermatitis kontak adalah peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu. Ruam yang muncul akibat peradangan ini tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderita.Agar pengobatan bisa berjalan secara efektif, penderita harus mengidentifikasi dan menghindari penyebab munculnya dermatitis kontak pada kulit mereka. Ruam biasanya dapat hilang dalam waktu dua hingga empat minggu.Gejala Dermatitis Kontak• Ruam kemerahan.• Gatal yang dapat terasa parah.• Kering.• Pembengkakan.• Kulit kering atau bersisik.• Kulit lecet atau melepuh.• Menebal.• Pecah-pecah.• Terasa sakit saat disentuh atau muncul rasa nyeri.

Penyebab dermatitis kontak adalah kulit yang terpapar oleh zat tertentu yang menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Ada dua jenis dermatitis kontak yang dibedakan berdasarkan reaksi kulit terhadap zat penyebab dermatitis, yaitu:

•Dermatitis kontak iritan.Terjadi kontak langsung lapisan luar kulit dengan zat tertentu, sehingga merusak lapisan pelindung kulit. Jenis dermatitis inilah yang lebih banyak terjadi. Beberapa zat yang dapat memicu dermatitis kontak iritasi adalah sabun, detergen, sampo, cairan pemutih, zat yang berada di udara (misalnya serbuk gergaji atau serbuk wol), tumbuhan, pupuk, pestisida, asam, alkali, minyak mesin, parfum, dan bahan pengawet.

•Dermatitis kontak alergi. Muncul saat kulit bersentuhan dengan zat alergen yang memicu sistem kekebalan tubuh bereaksi, menyebabkan kulit gatal dan meradang. Zat alergen yang sering memicu reaksi alergi pada kulit di antaranya adalah obat-obatan (misalnya krim antibiotik), zat yang ada di udara (misalnya serbuk sari), tanaman, bahan logam dalam perhiasan, karet ), dan bahan kosmetik (misalnya cat kuku dan pewarna rambut).
Sebagian besar dermatitis kontak akan hilang. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan gejala dermatitis kontak, yaitu:

•Menghindari paparan zat penyebab iritasi atau alergi di kulit. Penderita dianjurkan untuk mencari tahu zat apa yang menyebabkan dermatitis kontak.

•Berhenti menggunakan produk yang mengandung zat pemicu iritasi atau alergi.

•Menggunakan pelembap kulit. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kulit kering dan melindungi kulit.

•Kompres area dermatitis kontak dengan kompres dingin. Kompres dapat dilakukan dengan kain lembap yang dapat meredakan rasa gatal.

•Hindari menggaruk daerah dermatitis kontak. Selain itu, penderita perlu memotong kuku jika tidak bisa berhenti menggaruk.

•Lindungi tangan. Bilas dan keringkan tangan saat mencuci tangan, serta gunakan sarung tangan untuk melindunginya. Pencegahan Dermatitis Kontak

•Membersihkan kulit setelah terpapar zat yang menimbulkan iritasi atau reaksi alergi.

•Kenakan pakaian pelindung atau sarung tangan untuk mengurangi kontak langsung antara kulit dengan zat penyebab alergi dan iritasi.

•Gunakan pelembap. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi lapisan terluar kulit, sehingga kulit terlindung dari zat penyebab alergi atau iritasi.
Segera konsultasikan ke dokter Spesialis Kulit bila belum ada perbaikan

Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :Klinik Kencana Asri MedikaJl. A. Yani 150 PekukuhanMojosari MojokertoTelp/SMS/WA : 082146523462Silakan Kunjungi :FB : @dokterspesialis kulit @dermatologistskincare kencanaBlog : https://klinikkencanaasri.blogspot.co.idhttps://dokterspesialiskulit.blogspot.comhttps://kencanadermatologistskincare.blogspot.co.idSilakan kunjungi Toko kami di Tokopedia https://www.tokopedia.com/kencanaclinic#Dermatitis_Kontak

Sabtu, 23 Februari 2019

Terapi Sinar PDT




Terapi Sinar PDT menggunakan sinar alami dengan berbagai variasi panjang gelombang dikombinasi dengan ultrasound agar secara lembut dapat menstimulasi aktivitas sel untuk mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit.

Metode ini adalah non-invasif dan non ablative yang tidak melukai permukaan kulit. Sinar dikombinasikan dengan serum yang sesuai akan berinteraksi dengan sel dan menstimulasinya untuk memproduksi kolagen dan elastin baru.

LED Biru : treatment jerawat
LED Merah : Untuk mengurangi peradangan
LED Hijau : memperbaiki sel yang rusak
LED Kuning : peremajaan dan melancarkan kelenjar getah bening

ManfaatTerapi Sinar:
• Mengurangi dan menyamarkan kerutan wajah
• Meningkatkan kekencangan dan kekenyalan kulit wajah
• Mengecilkan pori
• Mengontrol produksi sebum dengan sinar biru
• Meremajakan kulit

Waktu pengerjaan selama: 30 menit.

Setelah terapi sinar ini, wajah akan tambah lebih cerah, bersih dan halus dan pasien akan merasa lebih rileks. Hasil terapi juga dipengaruhi oleh kondisi kulit.
Tidak ada risiko terjadinya efek samping atau komplikasi dari penggunaan sinar ini ini seperti yang bisa ditimbulkan oleh UVA atau UVB atau radiasi sinar infra red.


Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit
@dermatologistskincare kencana
Blog : https://klinikkencanaasri.blogspot.co.id
https://dokterspesialiskulit.blogspot.com
https://kencanadermatologistskincare.blogspot.co.id
#dokterspesialiskulitmojosari
#klinikkecantikanmojokerto
#klinikkecantikanmojosari
#Terapi_Sinar
#PDT