Tampilkan postingan dengan label kencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kencana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

Terapi melasma



                                
 Terapi Melasma

            Prinsip terapi adalah proteksi terhadap sinar UV, menghambat aktivitas melanosit dan sintesis melanin, serta merusak dan menghilangkan granul melanin.
Terapi terpenting melasma adalah menghindari faktor yang berperan, terutama pajanan sinar UV dari matahari. 
Pemakaian sunblok/sunscreen secara rutin dan teratur adalah penting.
Dokter akan meresepkan berbagai krim untuk perawatan rutin di rumah. Bahan aktif yang digunakan bervariasi jenis dan konsentrasinya bergantung kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing pasien.
Terapi alternatif meliputi Chemical Peeling dan Laser/IPL. Terapi ini bertujuan untuk membantu upaya menghilangkan melasma, namun tidak dapat mencegah kekambuhan melasma. Untuk mencapai hasil optimal, baik Chemical Peeling maupun Laser/IPL harus dilakukan secara rutin dan teratur sesuai petunjuk dokter.  Jenis dan konsentrasi cairan Chemical Peeling , juga jenis Laser/IPL yang digunakan bervariasi bergantung kebutuhan dan kondisi kulit pasien.

Apa yang dapat dicapai dengan terapi?
Karena sukar dihilangkan dan cenderung kambuh, melasma seringkali sulit untuk diobati.
Tujuan terapi adalah mencegah atau mengurangi keparahan melasma, mengurangi area/luas kulit yang terkena, mempercepat hilangnya melasma bila kambuh kembali, tentunya dengan efek samping seminimal mungkin.

Apa yang dapat membantu keberhasilan terapi?
Rekomendasi umum untuk membantu hasil terapi adalah :       
-        menghentikan KB hormonal (KB Pil, KB Suntik)
-        hindari produk kosmetik yang mengandung pewangi
-        hindari obat yang bersifat fototoksik
-        proteksi dari sinar UV (sunblok/sunscreen UVA/UVB)
Pajanan matahari akan membuat melasma kambuh. Penting untuk selalu menggunakan sunblok/sunscreen UVA/UVB minimal SPF 30 setiap hari selama terapi dan juga setelahnya seumur hidup untuk mengurangi kambuhnya melasma. 

Jadi setiap pagi sebelum beraktivitas, jangan lupa sunbloknya ya.. 








Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : DA507141
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit
        @dermatologistskincare kencana





Jumat, 14 April 2017

Melasma



MELASMA


Apa itu melasma?
Melasma adalah kelainan pigmentasi berupa bercak warna coklat, atau abu-abu atau biru keabuan pada wajah. Umumnya dikenal awam sebagai flek hitam. 

Apa yang menyebabkan melasma?
Faktor yang berperan antara lain keturunan (predisposisi genetik), kehamilan, KB hormonal, kelainan hormon, terapi hormonal, pajanan sinar UV. Selain itu kosmetik & obat - obatan yang mengandung bahan fototoksik (misalnya: obat antikejang) juga berperan. Menurut beberapa ahli, stress juga berperan karena saat stress dilepaskan hormon MSH (Melanocyte-stimulating hormone).
Melasma pada pria serupa dengan melasma pada wanita, namun hormon tidak berperan penting, umumnya pajanan matahari dan riwayat melasma di keluarga lebih berperan.

Apa saja jenis melasma?
Berdasarkan kedalamannya melasma dibedakan menjadi: 
  • tipe epidermal (dangkal)
  • tipe dermal (dalam) 
  • tipe campuran.

Sedangkan berdasarkan area wajah yang terkena dibagi menjadi:
  • pola sentrofasial (pipi, dahi, atas bibir, hidung, dagu)
  • pola malar (pipi dan hidung) 
  • pola mandibular (sepanjang rahang).







Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : DA507141
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit


        @dermatologistskincare kencana

Selasa, 11 April 2017

kebiasaan penyebab jerawat




Kebiasaan Buruk Penyebab Jerawat yang Harus Anda Hindari!
Pernakah anda berfikir, mengapa jerawat bisa muncul? mungkin ya, mungkin tidak, karena kebanyakan orang hanya bisa membenci dan menyalahkan jerawat. Mereka tak mau tahu alasan mengapa wajah mereka bisa berjerawat. Padahal menurut saya, penting sekali bagi kita untuk mengetahui apa saja hal yang menjadi penyebab timbulnya jerawat. Mengapa saya katakan penting? karena dengan mengetahui penyebabnya minimal kita akan tahu apa saja yang harus kita hindari agar terhindar dari jerawat. Dengan kata lain, mengetahui faktor penyebab munculnya jerawat merupakan bentuk pencegahan awal terhadap jerawat, betul?
Hindari beberapa kebiasaa buruk yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat berikut ini :
1. Penggunakan Alat Kosmetik yang Dapat Menyebabkan Iritasi 
Jerawat bisa muncul akibat penggunaan perlengkapan make-up / kosmetik. Alat kosmetik dapat menimbulkan iritasi pada kulit karena didalamnya terkandung beberapa zat kimia yang memang belum tentu cocok untuk semua jenis kulit,.
2. Terlalu Sering Mencuci Muka
Mencuci kulit wajah memang baik, namun jika terlalu sering dilakukan, juga dapat berbahaya bagi kulit. Karena hal tersebut justru akan membuat produksi kelenjar minyak / sel sebum dalam kulit  mengalami peningkatan.
3. Terlalu Sering Menyentuh Kulit Wajah
Saat tangan anda menyentuh kulit wajah, mungkin saja pada saat itu tangan anda tidak dalam keadaan bersih. Akibatnya dapat menjadi media penyebaran kuman / bakteri yang dapat menjadi penyebab jerawat.
4. Mengalami Stres atau Tekanan Batin
Salah satu penyebab jerawat adalah karena kadar hormon stres dalam tubuh berlebih. Dalam keadaan stress, produksi hormon stress dalam tubuh akan meningkat sehingga dapat menjadi pemicu munculnya jerawat.
5. Malas membersihkan keringat
Salah satu kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan jerawat adalah karena anda malas membersihkan keringat, dan membiarkannya dalam waktu yang cukup lama bahkan sampai terbawa tidur. Sedangkan dalam keringat, terkandung bakteri yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
6. Malas Keramas
Malas keramas bisa menyebabkan jerawat lho! terlebih lagi jika kulit kepala anda memiliki minyak berlebih. Minyak tersebut akan mengalir kewajah lalu bercampur dengan debu, kotoran ataupun bakteri, yang akhirnya menyebabkan penyumbatan pada pori-pori kulit anda sehingga munculah jerawat.
7. Kurang Tidur atau Sering Begadang
Saat seseorang kurang tidur, maka ia akan mudah mengalami stres. Nah, seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa salah satu faktor penyebab jerawat adalah stres. Selain itu, tidur terlalu malam juga dapat memperparah jerawat yang sudah ada sebelumnya.
9. Malas Mengganti Perlengkapan Pakaian dan Perlengkapan Tidur
Pakaian, sarung bantal, spai, handuk, jika tidak dicuci / diganti secara rutin sebenarnya mengandung banyak bakteri dan sel kulit mati yang jika kita gunakan secara terus menerus akan menyebabkan timbulnya penyakit kulit yang salah satunya adalah jerawat.
10. Mengeringkan Wajah Secara Berlebihan
Mengeringkan kurit secara berlebihan ternyata dapat membuat kulit anda mengalami iritasi. Sehingga kulit akan memproduksi minyak dalam jumlah cukup banyak dengan tujuan untuk menstabilkan keadaan kulit kedalam keadaan normal.
11. Menggunakan Produk Rambut
Menggunakan produk seperti minyak rambut, juga dapat menyebabkan jerawat. Karena pada biasanya produk rambut yang anda gunakan mengandung minyak, silikon, dan plasticizer yang dapat menyumbat pori-pori saat rambut bersentuhan dengan kulit Anda. Namun, jika anda memilih potongan rambut berponi, sebaiknya anda tidak menggunakan produk rambut yang menggunakan bahan-bahan yang sudah disebutkan tadi.
12. Lupa Membersihkan Kulit Wajah dimalam Hari
Orang-orang yang terkena jerawat biasanya adalah mereka yang sering bermalas-malasan untuk mencuci muka. Banyak wanita yang beraktivitas dengan selalu rutin menggunakan alat kosmetik seperti make-up. Tanpa mempeduli kebersihan kulit, salah satunya dengan lupa membersihkan kulit di malam hari. Sehingga sisa-sisa make-up tadi dapat menyumbat pori-pori wajah dan mengambat proses peremajaan kulit.
Setelah kita mengetahui apa saja hal yang dapat memicu terjadinya jerawat, kita akan dapat dengan mudah menemukan solusi untuk menghilangkan jerawat. Bagaimana caranya? ya tentu saja dengan menghindari semua hal yang dapat menjadi penyebab munculnya jerawat.

Nah, itulah beberapa kebiasaan buruk penyebab jerawat yang secara tidak sadar, kita lakuakn secara terus menerus. Intinya, jika kita ingi terhindar dari gangguan / penyakit kulit, kita harus pandai menjaga kebersihan kulit. Mungkin hanya itu yang dapat saya share, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat.


Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit
        @dermatologistskincare kencana





Senin, 10 April 2017

promo all facial




         Spesial promo All Facial up to 15 %
                 Hasil gambar untuk animasi diskon        

                             Happy hour


                  Mulai jam 10.00-14.00 wib
                            Setiap Hari






Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Kamis, 30 Maret 2017

Vaksinasi




VAKSINASI




Vaksinasi Gardasil merupakan jenis vaksin yang di gunakan khusus
Untuk Pencegahan
·Vaksin Gardasil® merupakan quadrivalent yaitu mencegah penularan 4 tipe HPV, bisa mencegah kanker serviks (Kanker Leher Rahim) dan Kutil Kelamin link (Kondiloma akuminata)
· Bisa untuk pria dan wanita, dewasa maupun remaja
· Bagi wanita yang sudah menikah harus Pap Smear terlebih dahulu ( dalam 6 bulan terakir )
     
HPV TIPE : 6, 11, 16, 18

Prevention of:

  • Cervical cencer
  • Cervical dysplasia/ pre-cencer (CIN)
  • Vulvar dysplasia (VIN)
  • Vaginal dysplasia (VaIN)
  • Andenocarcinoma In Situ (AIS)
  • Kutil Kelamin / Condy

Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit
        @dermatologistskincare kencana


















































Selasa, 28 Maret 2017

Kutil kelamin atau Kondilomata Akuminata




                       Kutil kelamin atau Kondilomata Akuminata

Kutil kelamin atau Kondilomata Akuminata akhir-akhir ini semakin  meningkat kasusnya. Kondiloma akuminata adalah tumor pada genitalia yang bersifat lunak seperti jengger ayam dan tidak nyeri. Pertumbuhan jaringan yang bersifat jinak, superfisial, terutama di daerah genitalia (kelamin).

Penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). HPV tipe 6 dan 11 menimbulkan lesi dengan pertumbuhan (jengger ayam). HPV tipe 16, 18, dan 31 menimbulkan link lesi yang datar (flat). HPV tipe 16 dan 18 seringkali berhubungan  dengan karsinoma genitalia (kanker ganas pada kelamin, misalkan: kanker serviks, kanker anus)
Umumnya di daerah lipatan yang lembab pada genitalia eksterna. Pada pria, misalnya di: perineum dan sekitar anus, sulkus koronarius, gland penis, muara uretra eksterna, prepusium, korpus dan pangkal penis.

Pada wanita, misalnya di: vulva dan sekitarnya, introitus vagina, labia mayor, labia minor, terkadang pada porsio uteri.
Masa inkubasi 2-3 bulan tergantung kekebalan tubuh. Cara penularan melaluiu hubungan seksual. Diagnosa terutama ditegakkan secara klinis. Lokalisasi lesi pada umumnya di daerah lipatan dan lelbab, misalnya daerah vulva, vagina sampai serviks, daerah perineum dan perineae. Lesi berupa papul, berwarna pucat dengan permukaan seperti bunga kol yang makin lama makin membersar sehingga sangat mengganggu.

Pengobatan
  • Tutul dengan asam triklorasetat (TCA)     80-90%. Atau digunakan larutan dengan konsentrasi 50%,dioleskan setiap minggu.
  • Salep 5-fluorurasil 1-5% diberikan setiap hari sampai lesi hilang.
  • Bedah listrik (elektrokauterisasi).
  • Bedah beku dengan nitrogen cair.
  • Bedah skalpel.
  • Laser karbondioksida.
  • Interferon (suntikan i.m. atau intralesi) atau topikal (krim).    
Untuk Informasi Lebih lanjut silakan konsultasi dengan :
dr. Asri Rahmawati,SpKK
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit
        @dermatologistskincare kencana
              



Minggu, 26 Maret 2017

Keputihan




Jangan Anggap Enteng Keputihan

Oleh: dr. ASRI RAHMAWATI, SpKK

Hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan apalagi di Indonesia yang tingkat kelembapan udaranya tinggi. Di kalangan medis, keputihan dikenal dengan istilah Leucorrhoe atau Fluor Albus. Cairan yang keluar dari vagina ini belum tentu bersifat patologis atau abnormal. Dalam keadaan normal, vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna, dan jumlahnya tak berlebihan.
Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual.  Vagina mempunyai sistem perlindungan alam yang ampuh, yaitu keasaman yang lebih tinggi dari jaringan lainnya dan adanya mikroba pelindung yang menguntungkan tubuh kita, yaitu Doderleins, yang hidup menjaga keseimbangan ekosistem vagina, sehingga tetap dalam keadaan seimbang. Tapi tentu saja, keseimbangan ini dapat terganggu oleh beberapa hal antara lain menstruasi, penyakit kencing manis serta pemakaian obat-obat hormonal.
Keputihan yang bukan merupakan keadaan penyakit (non-patologis) dapat saja terjadi pada setiap wanita. Biasanya cairan yang keluar bening, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak gatal. Cairan keputihan ini jumlahnya bisa sedikit atau cukup banyak, terjadi menjelang dan sehabis menstruasi, pada saat terangsang secara seksual, atau ketika sedang stres. Disamping itu keputihan dapat pula dialami pada wanita yang sedang hamil, namun hal ini merupakan hal yang wajar selama tidak berlebihan.
Jika cairan yang keluar dari vagina sudah tidak bening, berwarna putih kekuningan, keabuan sampai kehijauan, kental, berbau seperti telur busuk atau anyir seperti ikan mentah, gatal dan jumlahnya lebih banyak, besar kemungkinan keputihan tersebut sudah tidak normal. Keputihan yang tidak normal biasanya terjadi karena infeksi jamur, parasit atau bakteri.


Gejala keputihan

·       Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
·       Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.

Penyebab keputihan

Keputihan bisa karena banyak hal. Benda asing, luka pada vagina, kotoran dari lingkungan, air tak bersih, pemakaian tampon atau panty liner berkesinambungan. Semua ini potensial membawa jamur, bakteri, virus, dan parasit:
a. Jamur Candidas atau Monilia
Warnanya putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Biasanya, kehamilan, penyakit kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu.
b. Parasit Trichomonas Vaginalis
Ditularkan lewat hubungan seks, perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal, tapi liang vagina nyeri bila ditekan.
c. Bakteri Gardnella
Infeksi ini menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Warna cairan keabuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Beberapa jenis bakteri lain juga memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoea.
d. Virus
Keputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin, seperti condyloma, herpes, HIV/AIDS. Condyloma ditandai tumbuhnya kutil-kutil yang sangat banyak disertai cairan berbau. Ini sering pula menjangkiti wanita hamil. Sedang virus herpes ditularkan lewat hubungan badan. Bentuknya seperti luka melepuh, terdapat di sekeliling liang vagina, mengeluarkan cairan gatal, dan terasa panas. Gejala keputihan akibat virus juga bisa menjadi faktor pemicu kanker rahim.

Pencegahan
Untuk mencegahnya, simak beberapa hal berikut:
a. Selalu jaga kebersihan diri, terutama kebersihan alat kelamin. Bulu vagina (pubis) yang terlampau tebal bisa dijadikan tempat sembunyi kuman. Jadi, jangan lupa menggunting atau membersihkannya agar pemberian obat keputihan berupa salep lebih mudah menyerap.
 b. Biasakan membasuh vagina dengan cara yang benar, yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang. Cuci dengan air bersih setiap buang air dan mandi.
c. Ganti tampon atau panty liner pada waktunya. Jangan terlalu kelamaan agar bakteri tidak
mengumpul.
d. Jika keputihan masih dalam taraf ringan, coba gunakan sabun atau  larutan antiseptik khusus pembilas vagina, tapi jangan gunakan berlebihan karena hanya akan mematikan flora normal vagina. Jika perlu, konsultasikan dulu ke dokter.
e. Hindari terlalu sering memakai bedak talk di sekitar vagina, tisu harum, atau tisu toilet. Ini akan membuat vagina kerap teriritasi.
f. Hindari suasana vagina lembap berkepanjangan karena pemakaian celana dalam yang basah, jarang diganti, tidak menyerap keringat, atau memakai celana jins terlalu ketat.
g. Perhatikan kebersihan lingkungan. Keputihan juga bisa muncul lewat air yang tidak bersih. Jadi, bersihkan bak mandi, ember, ciduk, water torn, dan bibir kloset dengan antiseptik untuk menghindari menjamurnya kuman.

Penanganan
Jika Anda sudah kena keputihan, lakukan hal berikut:
a. Konsultasikan ke dokter. Siapa tahu keputihan Anda masih bisa diobati dengan salep atau obat-obatan yang mengandung antiseptik dan antibiotik. Dokter akan memberi obat sesuai keluhan.
b. Jika keputihan masih terus terjadi, lakukan pemeriksaan laboratorium. Cairan vagina akan diambil untuk diperiksa, apakah di dalamnya terdapat kuman penyakit atau tidak. Bisa jadi hanya karena faktor hormonal atau kebersihan yang kurang terjaga.
c. Bagi yang sudah berkeluarga, lakukan pemeriksaan bersama pasangan. Dokter akan mengadakan cek silang pada suami Anda. Siapa tahu kuman keputihan berasal dari suami.
d. Jika belum sembuh juga, lakukan cek silang dengan obat. Siapa tahu Anda ternyata resisten terhadap obat yang diberikan.
e. Untuk yang sudah berhubungan badan, lakukan pap smear. Apalagi jika keputihan dibarengi sesuatu yang mencurigakan di mulut rahim dan dikhawatirkan membawa virus kanker. Idealnya, pap smear dilakukan setahun sekali.
f. Jika positif terkena virus, bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan mulut rahim dengan menggunakan alat pembesar yang diletakkan di luar bibir vagina. Sebagai penunjang, lakukan pula tes urin dan tes darah.

Akibat Keputihan
Jika tak diobati sampai tuntas, tak mustahil infeksi pada vagina akan menjalar ke berbagai tempat. Kuman dengan mudah menyusup dan menyebabkan infeksi lanjutan pada rongga rahim dan saluran telur. Hal ini membuat cairan di kedua tempat itu berlebih dan terjadi pelengketan dalam indung telur.  Akibatnya, sperma sulit bertemu dengan sel telur. Jika hal ini terjadi berlarut-larut, pasangan akan sulit memiliki keturunan.
Selain penyakit, efek paling besar dari keputihan adalah perasaan tak nyaman, termasuk saat melakukan aktivitas seksual. Suami bisa jadi mengeluh karena terganggu cairan keputihan berlebih dengan bau yang sangat tajam.
Jika hubungan intim terus dilakukan, suami bisa tertular kuman keputihan atau yang disebut fenomena pingpong. Oleh sebab itu, selama terapi keputihan, dianjurkan tidak melakukan hubungan seks sebelum keputihan berkurang.





Untuk Informasi Lebih lanjut silakan konsultasi dengan :
dr. Asri Rahmawati,SpKK
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
082146523462




Sabtu, 25 Maret 2017

Papsmear



PAP SMEAR
dr. Asri Rahmawati,SpKK

PAP SMEAR adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan dengan kanker serviks pada wanita. Pap Smear memberikan anda kesempatan untuk melakukan deteksi dini (Early Detection) dan mengambil langkah yang di butuhkan sebelum terlampau parah.
Disarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun, yang sudah menikah/ sudah aktif link berhubungan seksual untuk melakukan tes papsmear, karena biasanya pada usia tersebut  alat reproduksi pada wanita telah berkembang sempurna. Hal ini dapat dilakukan lebih awal jika ada riwayatt kanker serviks dari ibu atau bila memiliki gaya hidup sering berganti pasangan .
Jika dalam pemeriksaan yang dilakukan 3x berturut turut tidak ditemukan tanda tanda keabnormalan maka wanita yang menginjak usia 30-an boleh menurunkan frekuensi tes pap smear menjadi sekali dalam 3 tahun. Kecuali jika dokter menganjurkan untuk melakukan lebih dari sekali tes pap smear dalam setahun.
Virus Human Papiloma (HPV) membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk berubah menjadi sel kanker serviks. Untuk itu, rutinlah melakukan tes pap smear jika pada tes sebelumnya hasil tes menunjukkan adanya ketidaknormalan pada leher rahim anda. Anjuran melakukan pap  smear 2 hingga 3 tahun sekali juga berlaku bagi para wanita yang telah menopause.


Untuk Informasi Lebih lanjut silakan konsultasi dengan :
dr. Asri Rahmawati,SpKK
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A
Silakan Kunjungi :
FB : @dokterspesialis kulit
        @dermatologistskincare kencana



Sabtu, 18 Maret 2017

MEASLES



              MEASLES
Sinonim = morbili, rubeola, campak
Penyakit virus pada anak yang sangat menular
Karakteristik : demam, coryza, batuk, conjungtivitis, Koplit’s spot  & exanthem. Berupa makula, papul merah à kuning kecoklatan
Virus masuk melalui sel traktus respiratorius àbereplikasi à menyebar k kel.limfeà menyebar scr hematogen ke kulit, membran mukosa, organ
#penyakitvirus #campak #measles






Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462

BBM : 2BA81A7A