Selasa, 10 Januari 2017

Chemical Peeling


Chemical Peeling



Chemical Peeling atau peeling kimia merupakan metode pengelupasan kulit dengan menggunakan cairan sebagai bahan dasar untuk mempercepat proses pengelupasan. Tindakan ini berguna mengangkat sel-sel kulit mati yang tidak bisa terangkat oleh perawatan sehari-hari, sehingga meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit wajah dan kulit baru yang sehat dapat tumbuh dengan lebih baik. Peeling juga berguna dalam perawatan untuk acne, rosasea dan melasma. Selain untuk wajah, chemical peeling dapat diaplikasikan juga untuk kulit tubuh seperti punggung, lengan, paha, dsb.
Tingkatan prosesnya disesuaikan dengan permasalahan kulit pasien, dimana pada setiap tingkatan menggunakan cairan kimia yang berbeda pula.
Berikut ini macam-macam chemical peeling yang biasa dilakukan oleh dokter ahli :
  • Chemical Peeling Ringan
    Dokter menggunakan cairan peeling dengan konsentrasi ringan pada kondisi kulit yang terdapat kerut, kulit yang kering dan mempunyai bercak kehitaman serta jerawat. Cairan yang digunakan untuk chemical peeling ringan adalah cairan yang mirip dengan AHA (alpha hidroksi acid) seperti asam glikosilat, asam salisilat, asam laktat dan asam buah-buahan (fruit acid).
  • Chemical Peeling Sedang
    Biasa digunakan untuk mengurangi keriput dan masalah pigmentasi. Banyak dokter menggunakan TCA (TrichloroAcetic Acid) sebagai cairan peeling.
  • Chemical Peeling Dalam
    Digunakan untuk keriput yang sudah menyebar di wajah, flek yang disebabkan oleh penuaan atau paparan sinar matahari dan pertumbuhan pre-kanker. Peeling jenis ini mempunyai prosedur yang lebih dramatis, lebih lama prosesnya (1-2 jam) dan hasilnya juga lebih lama. Zat yang digunakan adalah Phenol Acid.
Efek samping yang sering timbul setelah melakukan chemical peeling antara lain rasa perih dan terbakar, serta kemerahan sementara pada kulit. Hal ini disebabkan karena terkelupasnya lapisan kulit yang paling luar untuk digantikan oleh kulit baru yang lebih segar dan sehat.

Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Senin, 09 Januari 2017

chemical peeling


Peeling merupakan perawatan dengan proses pengangkatan atau pengelupasan bagian kulit terluar atau epidermis (stratum korneum) sehingga lapisan kulit yang paling baru dan lebih sehat akan tumbuh (peremajaan).

chemical peeling, merupakan metode pengelupasan kulit dengan menggunakan cairan sebagai bahan dasar untuk mempercepat proses pengelupasan.
Proses perawatan dengan chemical peeling memiliki tingkatan sesuai masalah kulit yang diderita, dan setiap tingkatan menggunakan cairan kimia yang berbeda pula, seperti super facial peeling dengan menggunakan AHA atau alphahydroxyacids yang mampu menghilangkan masalah kulit kusam, kasar dan kering.
Setelah proses peeling wajah mengalami pengelupasan yang sangat serius. Sebaiknya kulit dirawat secara intensif saat pembentukan sel kulit baru, seperti banyak menggunakan sunblock dan sunscreen dengan kadar spf 30% sebelum bepergian atau melakukan kegiatan diluar ruangan dengan repetisi penggunaan 3-4 jam per hari.
#chemicalpeeling

Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Minggu, 08 Januari 2017

Terapi Melasma


Terapi Melasma


Prinsip terapi adalah proteksi terhadap sinar UV, menghambat aktivitas melanosit dan sintesis melanin, serta merusak dan menghilangkan granul melanin.
Terapi terpenting melasma adalah menghindari faktor yang berperan, terutama pajanan sinar UV dari matahari. 
Pemakaian sunblok/sunscreen secara rutin dan teratur adalah penting.
Dokter akan meresepkan berbagai krim untuk perawatan rutin di rumah. Bahan aktif yang digunakan bervariasi jenis dan konsentrasinya bergantung kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing pasien.
Terapi alternatif meliputi Chemical Peeling dan Laser/IPL. Terapi ini bertujuan untuk membantu upaya menghilangkan melasma, namun tidak dapat mencegah kekambuhan melasma. Untuk mencapai hasil optimal, baik Chemical Peeling maupun Laser/IPL harus dilakukan secara rutin dan teratur sesuai petunjuk dokter.  Jenis dan konsentrasi cairan Chemical Peeling , juga jenis Laser/IPL yang digunakan bervariasi bergantung kebutuhan dan kondisi kulit pasien.

Apa yang dapat dicapai dengan terapi?
Karena sukar dihilangkan dan cenderung kambuh, melasma seringkali sulit untuk diobati.
Tujuan terapi adalah mencegah atau mengurangi keparahan melasma, mengurangi area/luas kulit yang terkena, mempercepat hilangnya melasma bila kambuh kembali, tentunya dengan efek samping seminimal mungkin.

Apa yang dapat membantu keberhasilan terapi?
Rekomendasi umum untuk membantu hasil terapi adalah :       
-        menghentikan KB hormonal (KB Pil, KB Suntik)
-        hindari produk kosmetik yang mengandung pewangi
-        hindari obat yang bersifat fototoksik
-        proteksi dari sinar UV (sunblok/sunscreen UVA/UVB)
Pajanan matahari akan membuat melasma kambuh. Penting untuk selalu menggunakan sunblok/sunscreen UVA/UVB minimal SPF 30 setiap hari selama terapi dan juga setelahnya seumur hidup untuk mengurangi kambuhnya melasma. 

Jadi setiap pagi sebelum beraktivitas, jangan lupa sunbloknya ya.. 

Jumat, 06 Januari 2017

Melasma

                               


    Apa itu melasma?
Melasma adalah kelainan pigmentasi berupa bercak warna coklat, atau abu-abu atau biru keabuan pada wajah. Umumnya dikenal awam sebagai flek hitam. 

Apa yang menyebabkan melasma?
Faktor yang berperan antara lain keturunan (predisposisi genetik), kehamilan, KB hormonal, kelainan hormon, terapi hormonal, pajanan sinar UV. Selain itu kosmetik & obat - obatan yang mengandung bahan fototoksik (misalnya: obat antikejang) juga berperan. Menurut beberapa ahli, stress juga berperan karena saat stress dilepaskan hormon MSH (Melanocyte-stimulating hormone).
Melasma pada pria serupa dengan melasma pada wanita, namun hormon tidak berperan penting, umumnya pajanan matahari dan riwayat melasma di keluarga lebih berperan.

Apa saja jenis melasma?
Berdasarkan kedalamannya melasma dibedakan menjadi: 
  • tipe epidermal (dangkal)
  • tipe dermal (dalam) 
  • tipe campuran.

Sedangkan berdasarkan area wajah yang terkena dibagi menjadi:
  • pola sentrofasial (pipi, dahi, atas bibir, hidung, dagu)
  • pola malar (pipi dan hidung) 
  • pola mandibular (sepanjang rahang).





Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Kamis, 05 Januari 2017

Psoriasis

                             

Psoriasis
Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.
Psoriasis sering timbul di kuku, dimulai dari bintik putih pada kuku sampai ke penebalan kuku, juga mengenai kulit kepala (skalp) ditandai dengan sisik besar dan penebalan dengan warna kemerahan yang akan melewati batas rambut. Selain itu penyakit ini sering mengenai siku dan lutut, walaupun dapat juga mengenai wajah, lipat lutut dan siku, genitalia, telapak tangan dan kaki, sesuai tingkat keparahannya penyakit ini bisa meluas keseluruh tubuh (eritroderma) yang akan menimbulkan kegawatan dan dapat mengancam jiwa. Psoriasis merupakan inflamasi kronis pada kulit yang sering terjadi[1]
Faktor-faktor yang dapat memicu psoriasis diantaranya adalah :
         1. Trauma fisik (Koebner Phenomenon), akibat gesekan atau garukan.
2. Infeksi  : infeksi streptokokus dapat menyebabkan psoriasis gutata
3. Stress : faktor lain yang memicu timbulnya psoriasis yaitu stress, insidensi nya sebanyak                     40% dan lebih tinggi lagi pada anak-anak.
4. Obat : obat-obatan yang dapat memicu timbulnya psoriasis yaitu glukokortikoidlithium









Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Rabu, 04 Januari 2017

Batas usia vaksin Hpv

                           


    Vaksin HPV dapat diberikan kepada anak-anak laki dan perempuan berumur 9 – 10 tahun. Bagi perempuan dewasa bahkan bisa diberikan sampai usia 55 tahun.
Dianjurkan untuk memberikan anak-anak vaksin HPV sejak usia dini untuk mendapatkan hasil respon imun yang maksimum dari vaksinasi. Selain itu karena tubuh mereka yang masih rentan dan dalam masa tumbuh kembang, kondisi anak-anak dengan mudah dapat terkena infeksi, sehingga sangat memerlukan perlindungan.
Dosis pemberian vaksin quadrivalen adalah 0, 2, 6.

  1. Dosis pertama (bulan ke-0)
  2. Dosis kedua (bulan ke 2 atau 2 bulan setelah dosis pertama)
  3. Dosis ketiga (bulan ke 6 atau 4 bulan setelah dosis kedua)



Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A


Selasa, 03 Januari 2017

Pentingnya vaksinasi HPV

                              



       Pentingnya vaksinasi HPV adalah karena faktanya berdasarkan studi ternyata tanpa vaksinasi hampir~ 50% wanita memberikan respon imun alamiah yang tidak terukur sesudah infeksi HPV, bahkan sesudah infeksi alamiah didapati respon imun yang lemah, hal ini disebabkan karena kemampuan virus HPV tersebut yang dapat menghindar dari sistem imun alamiah tubuh, bahkan menekan sistem imun alamiah tubuh.
Sehingga, vaksinasi HPV untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV merupakan tindakan pencegahan primer yang direkomendasikan oleh WHO.
Vaksinasi HPV yang paling efektif dilakukan pada masa kanak-kanak atau remaja karena akan memberikan respon imun yang lebih baik. Namun demikian, orang dewasa yang divaksinasi HPV juga masih mendapatkan manfaatnya.
Ada dua bentuk vaksin HPV yang saat ini tersedia, yaitu:
  • Vaksin bivalen: Mencegah infeksi oleh HPV – 16 dan HPV – 18. Vaksin jenis ini digunakan untuk pencegahan terhadap kanker serviks pada wanita
  • Vaksin quadrivalen: Mencegah infeksi oleh HPV – 16, HPV – 18, dan juga HPV – 6 dan HPV – 11. Vaksin quadrivalen digunakan untuk mencegah kanker serviks, pra-kanker vulva, pra-kanker vagina dan kutii kelamin pada wanita serta mencegah kutil kelamin dan pra-kanker anal pada pria. Perempuan yang mendapatkan vaksinasi HPV akan mendapatkan perlindungan dari terkena kanker serviks, prakanker vulva dan vagina.
Akan halnya pada pria, meskipun tidak mengalami kanker serviks, tetapi vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah pria terkena kutil kelamin, kanker dubur (anus), dan hal yang penting adalah vaksinasi HPV pada pria dapat mencegah penyebaran HPV kepada pasangan seksualnya.
Vaksin quadrivalen telah disetujui untuk digunakan pada anak perempuan dan wanita usia 9-45 tahun, sedangkan pada pria dan anak laki-laki dapat diberikan pada usia 9 sampai 26 tahun.
Yang perlu dipahami adalah, vaksin HPV tidak mengobati atau menyembuhkan penyakit akibat infeksi HPV pada perempuan atau laki-laki yang sudah mengalami penyakit oleh karena HPV ini.
  


Untuk Informasi Lebih lanjut silakan hubungi:
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
082146523462