Tampilkan postingan dengan label pap smear. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pap smear. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2017

xanthelasma




Xanthelasma
Xanthelasma adalah endapan lemak dari kolesterol yang berada di bawah kulit yang tumbuh di sekitar kelopak mata. Tandanya terdapat benjolan berwarna kuning atau putih, berbentuk datar atau bergelombang dan lembut jika disentuh.Letaknya terutama pada bagian atas atau bawah kelopak mata bahkan dapat meluas, sehingga bertemu di bagian hidung. Kalau bercak di mata kiri dan kanan ini meluas maka akan tampak seperti bentuk kupu kupu diantara kedua mata.Bila ditemukan dalam jumlah banyak maka disebut “xanthelasmata”.

Selain pada mata, mereka dapat ditemukan pada, lutut siku, dan telapak tangan. Xanthelasma mungkin terlihat seperti jerawat, tetapi ketika ditekan tidak ada nanah yang keluar. Meskipun tidak berbahaya dan tidak menimbulkan nyeri, munculnya xanthelasma dapat mengganggu penampilan dan dapat dihilangkan. Kelainan ini sering ditemukan pada ras Asia dan mereka yang tinggal di daerah Mediterania. Xanthelasma lebih sering dijumpai pada wanita dengan persenan 32% dan 17,4% pada laki-laki.

Penyebab : 
Selain kadar kolesterol tinggi, dapat juga disebabkan oleh faktor genetik. Hal ini disebut sebagai hiperkolesterolemia, di mana kondisi ini turun-temurun dalam keluarga atau juga disebabkan oleh usia yang semakin tua. Hal ini dapat terjadi secara alami, tanpa penyebab yang mendasari.

Penanganan : 
Cara menangani penyakit ini adalah dengan menurunkan terlebih dulu kadar kolesterolnya. Ada pula yang memilih dengan cara pembedahan, namun Xanthelasma akan tumbuh kembali selama tingkat kolesterol masih tinggi. Selain itu juga dapat mempertimbangkan pilihan pengobatan lain seperti obat topikal untuk mengobati hal itu. Di bakar atau Krio, tindakan ini dapat menghilangkan Xanthelasma pada ketebalan kulit yang terkena masih tipis dan kecil. Sulit untuk menentukan ketebalan jaringan yang terkena tidak tampak dari pemeriksaan luar, seberapa jauh ketebalan Xanthelasma.

Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A


Foto Dokterspesialis Kulit.

Jumat, 23 Desember 2016

Pap Smear



PAP SMEAR

dr. Asri Rahmawati,SpKK

PAP SMEAR adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan dengan kanker serviks pada wanita. Pap Smear memberikan anda kesempatan untuk melakukan deteksi dini (Early Detection) dan mengambil langkah yang di butuhkan sebelum terlampau parah.
Disarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun, yang sudah menikah/ sudah aktif berhubungan seksual untuk melakukan tes papsmear, karena biasanya pada usia tersebut  alat reproduksi pada wanita telah berkembang sempurna. Hal ini dapat dilakukan lebih awal jika ada riwayatt kanker serviks dari ibu atau bila memiliki gaya hidup sering berganti pasangan .
Jika dalam pemeriksaan yang dilakukan 3x berturut turut tidak ditemukan tanda tanda keabnormalan maka wanita yang menginjak usia 30-an boleh menurunkan frekuensi tes pap smear menjadi sekali dalam 3 tahun. Kecuali jika dokter menganjurkan untuk melakukan lebih dari sekali tes pap smear dalam setahun.
Virus Human Papiloma (HPV) membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk berubah menjadi sel kanker serviks. Untuk itu, rutinlah melakukan tes pap smear jika pada tes sebelumnya hasil tes menunjukkan adanya ketidaknormalan pada leher rahim anda. Anjuran melakukan pap  smear 2 hingga 3 tahun sekali juga berlaku bagi para wanita yang telah menopause.


Untuk Informasi Lebih lanjut silakan konsultasi dengan :
dr. Asri Rahmawati,SpKK
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto

082146523462

Kamis, 22 Desember 2016

Keputihan



Jangan Anggap Enteng Keputihan

Oleh: dr. ASRI RAHMAWATI, SpKK

Hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan apalagi di Indonesia yang tingkat kelembapan udaranya tinggi. Di kalangan medis, keputihan dikenal dengan istilah Leucorrhoe atau Fluor Albus. Cairan yang keluar dari vagina ini belum tentu bersifat patologis atau abnormal. Dalam keadaan normal, vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna, dan jumlahnya tak berlebihan.
Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual.  Vagina mempunyai sistem perlindungan alam yang ampuh, yaitu keasaman yang lebih tinggi dari jaringan lainnya dan adanya mikroba pelindung yang menguntungkan tubuh kita, yaitu Doderleins, yang hidup menjaga keseimbangan ekosistem vagina, sehingga tetap dalam keadaan seimbang. Tapi tentu saja, keseimbangan ini dapat terganggu oleh beberapa hal antara lain menstruasi, penyakit kencing manis serta pemakaian obat-obat hormonal.
Keputihan yang bukan merupakan keadaan penyakit (non-patologis) dapat saja terjadi pada setiap wanita. Biasanya cairan yang keluar bening, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak gatal. Cairan keputihan ini jumlahnya bisa sedikit atau cukup banyak, terjadi menjelang dan sehabis menstruasi, pada saat terangsang secara seksual, atau ketika sedang stres. Disamping itu keputihan dapat pula dialami pada wanita yang sedang hamil, namun hal ini merupakan hal yang wajar selama tidak berlebihan.
Jika cairan yang keluar dari vagina sudah tidak bening, berwarna putih kekuningan, keabuan sampai kehijauan, kental, berbau seperti telur busuk atau anyir seperti ikan mentah, gatal dan jumlahnya lebih banyak, besar kemungkinan keputihan tersebut sudah tidak normal. Keputihan yang tidak normal biasanya terjadi karena infeksi jamur, parasit atau bakteri.

Gejala keputihan

·       Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
·       Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.

Penyebab keputihan

Keputihan bisa karena banyak hal. Benda asing, luka pada vagina, kotoran dari lingkungan, air tak bersih, pemakaian tampon atau panty liner berkesinambungan. Semua ini potensial membawa jamur, bakteri, virus, dan parasit:
a. Jamur Candidas atau Monilia
Warnanya putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Biasanya, kehamilan, penyakit kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu.
b. Parasit Trichomonas Vaginalis
Ditularkan lewat hubungan seks, perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal, tapi liang vagina nyeri bila ditekan.
c. Bakteri Gardnella
Infeksi ini menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Warna cairan keabuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Beberapa jenis bakteri lain juga memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoea.
d. Virus
Keputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin, seperti condyloma, herpes, HIV/AIDS. Condyloma ditandai tumbuhnya kutil-kutil yang sangat banyak disertai cairan berbau. Ini sering pula menjangkiti wanita hamil. Sedang virus herpes ditularkan lewat hubungan badan. Bentuknya seperti luka melepuh, terdapat di sekeliling liang vagina, mengeluarkan cairan gatal, dan terasa panas. Gejala keputihan akibat virus juga bisa menjadi faktor pemicu kanker rahim.

Pencegahan
Untuk mencegahnya, simak beberapa hal berikut:
a. Selalu jaga kebersihan diri, terutama kebersihan alat kelamin. Bulu vagina (pubis) yang terlampau tebal bisa dijadikan tempat sembunyi kuman. Jadi, jangan lupa menggunting atau membersihkannya agar pemberian obat keputihan berupa salep lebih mudah menyerap.
 b. Biasakan membasuh vagina dengan cara yang benar, yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang. Cuci dengan air bersih setiap buang air dan mandi.
c. Ganti tampon atau panty liner pada waktunya. Jangan terlalu kelamaan agar bakteri tidak
mengumpul.
d. Jika keputihan masih dalam taraf ringan, coba gunakan sabun atau  larutan antiseptik khusus pembilas vagina, tapi jangan gunakan berlebihan karena hanya akan mematikan flora normal vagina. Jika perlu, konsultasikan dulu ke dokter.
e. Hindari terlalu sering memakai bedak talk di sekitar vagina, tisu harum, atau tisu toilet. Ini akan membuat vagina kerap teriritasi.
f. Hindari suasana vagina lembap berkepanjangan karena pemakaian celana dalam yang basah, jarang diganti, tidak menyerap keringat, atau memakai celana jins terlalu ketat.
g. Perhatikan kebersihan lingkungan. Keputihan juga bisa muncul lewat air yang tidak bersih. Jadi, bersihkan bak mandi, ember, ciduk, water torn, dan bibir kloset dengan antiseptik untuk menghindari menjamurnya kuman.

Penanganan
Jika Anda sudah kena keputihan, lakukan hal berikut:
a. Konsultasikan ke dokter. Siapa tahu keputihan Anda masih bisa diobati dengan salep atau obat-obatan yang mengandung antiseptik dan antibiotik. Dokter akan memberi obat sesuai keluhan.
b. Jika keputihan masih terus terjadi, lakukan pemeriksaan laboratorium. Cairan vagina akan diambil untuk diperiksa, apakah di dalamnya terdapat kuman penyakit atau tidak. Bisa jadi hanya karena faktor hormonal atau kebersihan yang kurang terjaga.
c. Bagi yang sudah berkeluarga, lakukan pemeriksaan bersama pasangan. Dokter akan mengadakan cek silang pada suami Anda. Siapa tahu kuman keputihan berasal dari suami.
d. Jika belum sembuh juga, lakukan cek silang dengan obat. Siapa tahu Anda ternyata resisten terhadap obat yang diberikan.
e. Untuk yang sudah berhubungan badan, lakukan pap smear. Apalagi jika keputihan dibarengi sesuatu yang mencurigakan di mulut rahim dan dikhawatirkan membawa virus kanker. Idealnya, pap smear dilakukan setahun sekali.
f. Jika positif terkena virus, bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan mulut rahim dengan menggunakan alat pembesar yang diletakkan di luar bibir vagina. Sebagai penunjang, lakukan pula tes urin dan tes darah.

Akibat Keputihan
Jika tak diobati sampai tuntas, tak mustahil infeksi pada vagina akan menjalar ke berbagai tempat. Kuman dengan mudah menyusup dan menyebabkan infeksi lanjutan pada rongga rahim dan saluran telur. Hal ini membuat cairan di kedua tempat itu berlebih dan terjadi pelengketan dalam indung telur.  Akibatnya, sperma sulit bertemu dengan sel telur. Jika hal ini terjadi berlarut-larut, pasangan akan sulit memiliki keturunan.
Selain penyakit, efek paling besar dari keputihan adalah perasaan tak nyaman, termasuk saat melakukan aktivitas seksual. Suami bisa jadi mengeluh karena terganggu cairan keputihan berlebih dengan bau yang sangat tajam.
Jika hubungan intim terus dilakukan, suami bisa tertular kuman keputihan atau yang disebut fenomena pingpong. Oleh sebab itu, selama terapi keputihan, dianjurkan tidak melakukan hubungan seks sebelum keputihan berkurang.

#Masalahkeputihan#Keputihan

Untuk Informasi Lebih lanjut silakan konsultasi dengan :
dr. Asri Rahmawati,SpKK
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto

082146523462


   

Minggu, 20 November 2016

Pap smear

                                  

                           Image result for gambar tes pap smear

Sediaan Pap Smear diambil oleh dr. Asri Rahmawati, SpKK dan di periksa oleh dr. Rahmi Alia, SpPA



Untuk Informasi Lebih lanjut silakan konsultasi dengan :
dr. Asri Rahmawati,SpKK 
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto


082146523462

Sabtu, 19 November 2016

Pap Smear





PAP SMEAR
dr. Asri Rahmawati,SpKK

PAP SMEAR adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan dengan kanker serviks pada wanita. Pap Smear memberikan anda kesempatan untuk melakukan deteksi dini (Early Detection) dan mengambil langkah yang di butuhkan sebelum terlampau parah.
Disarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun, yang sudah menikah/ sudah aktif berhubungan seksual untuk melakukan tes papsmear, karena biasanya pada usia tersebut  alat reproduksi pada wanita telah berkembang sempurna. Hal ini dapat dilakukan lebih awal jika ada riwayatt kanker serviks dari ibu atau bila memiliki gaya hidup sering berganti pasangan .
Jika dalam pemeriksaan yang dilakukan 3x berturut turut tidak ditemukan tanda tanda keabnormalan maka wanita yang menginjak usia 30-an boleh menurunkan frekuensi tes pap smear menjadi sekali dalam 3 tahun. Kecuali jika dokter menganjurkan untuk melakukan lebih dari sekali tes pap smear dalam setahun.
Virus Human Papiloma (HPV) membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk berubah menjadi sel kanker serviks. Untuk itu, rutinlah melakukan tes pap smear jika pada tes sebelumnya hasil tes menunjukkan adanya ketidaknormalan pada leher rahim anda. Anjuran melakukan pap  smear 2 hingga 3 tahun sekali juga berlaku bagi para wanita yang telah menopause.


Untuk Informasi Lebih lanjut silakan konsultasi dengan :
dr. Asri Rahmawati,SpKK
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto

082146523462