Kamis, 09 Maret 2017

VITILIGO


VITILIGO

Apa itu vitiligo???
vitiligo adalah suatu kondisi di mana kulit Anda kehilangan melanin, pigmen yang menentukan warna kulit, rambut dan mata Anda. Vitiligo terjadi ketika sel-sel yang memproduksi melanin mati atau tidak lagi membentuk melanin, menyebabkan perlahan-lahan semakin besar bercak putih dari bentuk yang tidak teratur muncul di kulit Anda.
Gejala Vitiligo
Tanda utama vitiligo adalah:
• Kehilangan pigmen yang menghasilkan bercak putih susu (depigmentasi) pada kulit Anda
Tanda-tanda lain yang kurang umum mungkin termasuk:
• Rambut beruban di kulit kepala Anda, bulu mata, alis atau jenggot Anda
• Hilangnya warna pada jaringan yang melapisi bagian dalam mulut Anda (selaput lendir)
• Kehilangan atau perubahan warna pada lapisan dalam mata Anda (retina)
Penyebab di balik kekurangan melanin tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi para pakar menduga penyakit ini berhubungan dengan beberapa faktor risiko.
 Faktor keturunan. Sekitar 1 dari 5 pengidap vitiligo memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.
 Mengidap penyakit autoimun lain, misalnya hipertiroidisme, diabetes atau penyakit Addison.
 Stres.
 Mengalami kerusakan kulit, misalnya akibat terbakar matahari.
 Terpajan senyawa kimia tertentu



Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Rabu, 08 Maret 2017

Mesodermabrasion




Mesodermabrasion

Merupakan treatment kombinasi antara Diamond Mikrodermabrasi dan Mesoterapi Non Needle. Diamond Mikrodermabrasi merupakan teknik pengelupasan kulit mati dengan menggunakan diamond. Sehingga lebih memudahkan serum khusus dari Jerman yang akan dimasukkan ke dalam kulit. Serum akan masuk ke kulit dengan bantuan alat Ultrasound sebagai Mesoterapi Non Needle.
Treatment ini relatif efektif, aman, nyaman dan tidak nyeri. 
Treatment ini sesuai untuk kasus: flek, pencerahan, aging, bekas jerawat, stretchmark dan skin rejuvenating.


Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :

Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Selasa, 07 Maret 2017

DERMAROLLER



DERMAROLLER
Jerawat menjadi salah satu masalah terbesar yang banyak dialami terutama oleh para wanita. Tentu hal tersebut akan menjadi perhatian karena dapat menimbulkan bekas yang susah untuk menghilangkannya. Berbagai cara akan dilakukan terutama bagi para wanita untuk bisa menghilangkan bekas jerawat tersebut. Bekas jerawat atau cacar kerap membuat orang minder.
Scar atau bopeng memiliki beberapa tipe dan jenis. Berikut kami paparkan jenis-jenis scar / bopeng :
1.Ice-pick Scar. Terbentuk lubang parut kecil berujung sedikit kasar berdiameter 1-2 mm yang biasanya terjadi di pipi. Jenis parut ini paling sering terjadi dan bervariasi kedalamannya dan kekasarannya bila disentuh.
2.Boxar Scars. Terlihat parut dalam atau dangkal dengan tepi yang tegas dan berdiameter lebih dari 3mm, seperti parut bekas cacar air.Parut berbentuk ini banyak ditemui didaerah pelipis dan pipi.
3.Rolling Scars. Parut bergelombang yang dangkal tetapi lebar, dengan lebar 4-5mm atau lebih. Dasar dari parut ini keras bila disentuh.
4.Hyperthrophic Scars. Merupakan jaringan parut yang menebal tetapi tidak melebar melebihi luka asli dasarnya dan menghilang dengan sendirinya.



Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Minggu, 05 Maret 2017

Rambut rontok 3



Alopesia merupakan kebotakan atau kerontokan rambut pada kulit kepala, maupun bagian tubuh berambut lainnya. Alopecia dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berbeda, seperti kerusakan pada batang rambut atau folikel, serangan infeksi jamur, faktor genetis, penuaan, malnutrisi, hingga proses pengobatan semisal kemoterapi. 

Terdapat empat jenis alopecia, antara lain:
  1. Alopecia Areata. Ketika sistem kekebalan tubuh salah sasaran dan justru menyerang folikel pada rambut hingga berakibat kerontokan. Dalam kasus ini, rambut bisa rontok berpetak pada kulit kepala. Alopecia jenis ini cenderung bersifat genetis dan sering menyerang seseorang pada usia dini. Ketika rambut pada area tertentu sudah terkena kebotakan, pertumbuhan rambut baru sulit tewujud selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Alopecia Areata juga kerap menyerang orang-orang yang menderita penyakit akibat autoimmune lainnya, seperti gondok, lupus, ataupun anemia.
  2. Androgenic Alopecia atau yang juga disebut dengan ‘male pattern baldness’ tidak memandang usia dan jenis kelamin orang yang diserang. Baik muda atau berumur, pria ataupun wanita, bisa terkena Androgenic Alopecia. Faktor genetis dalam keluarga adalah penyebab Alopecia ini. Baik pada pria dan wanita, biasanya Androgenic Alopecia dipicu oleh kelebihan hormon pria (androgens) di sekitar folikel rambut yang berakibat menghalangi pertumbuhan rambut. Sedangkan pada wanita biasanya lebih rentan terkena Androgenic Alopecia setelah menopause, saat hormon wanita mereka sudah berkurang. 
  3. Telogen Effluvium. Bentuk kerontokan rambut yang kerap diasosiasikan dengan kehamilan, penggunaan obat, stres, dan pasca operasi. Kerontokan ini biasanya merupakan bagian dari fase istirahat (telogen) dan akan membaik dengan sendirinya setelah beberapa bulan.
  4. Scarring Alopecia. Kerontokan rambut yang menyebabkan luka pada kulit kepala sehingga pada bagian kulit yang luka tidak akan tumbuh rambut kembali. Alopecia ini lah yang biasanya disebabkan oleh infeksi jamur. 
Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A

Jumat, 03 Maret 2017

Rambut rontok 2

              


Selain perubahan hormon, kerontokan rambut juga bisa terjadi akibat kondisi-kondisi tertentu. Di antaranya:
  • Pengaruh gizi. Asupan gizi yang buruk juga berpengaruh karena dapat menyebabkan helai rambut yang tumbuh menjadilebih tipis dan rapuh.
  • Rambut yang terlalu sering menjalani proses kimia di salon juga lebih rentan mengalami kerontokan. Sering mewarnai rambut dan meluruskannya secara permanen membuat batang rambut menjadi lebih rentan patah.
  • Alopesia areata. Jenis kerontokan ini menyebabkan pitak dan umumnya terjadi pada remaja dan kalangan dewasa muda. Tetapi sebagian besar rambut penderitanya akan kembali tumbuh setelah satu tahun.Beberapa hal yang diduga sebagai penyebabnya adalah faktor genetika dan gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
  • Efek samping obat-obatan. Kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani artritis, depresi, gangguan jantung, serta tekanan darah tinggi.
  • Tekanan psikologis, misalnya stres. Pada jenis ini, penderita akan mengalami penipisan rambut di kepala tapi tidak selalu mengalami kebotakan. Kerontokan ini cenderung berkurang tanpa penanganan medis khusus.
  • Pengaruh penyakit kulit atau penyakit autoimun. Kebotakan jenis ini bersifat permanen karena rusaknya folikel rambut yang menjadi tempat tumbuhnya akar rambut.Beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkannya adalah lichen planus dan Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
  • Pengaruh Kemoterapi. Kerontokan rambut ini akan berdampak menyeluruh, termasuk kulit kepala, wajah, dan tubuh. Tetapi sebagian besar tidak bersifat permanen dan rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah beberapa bulan berhenti menjalani kemoterapi.

Rambut rontok umumnya merupakan bagian dari reaksi alami tubuh karena penuaan sehingga tidak membahayakan kesehatan Anda. Oleh karena itu, gangguan ini jarang membutuhkan penanganan medis. Tetapi jika kerontokan mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, perlu beberapa penanganan medis.



Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A


Kamis, 02 Maret 2017

Rambut rontok 1




Semua orang pasti pernah mengalami rambut rontok. Merupakan suatu hal yang normal untuk kehilangan 100 helai rambut per harinya. Tetapi jika berlebihan, terkadang ada alasan medis yang menjadi penyebab kerontokan.
Kerontokan Rambut Akibat Perubahan Hormon
Pola kerontokan rambut pria dikenal dengan istilah medis ‘alopesia androgenetik’. Kerontokan ini terjadi karena akar rambut yang terlalu peka terhadap salah satu jenis hormon testosteron yaitu dihidrotestosteron (DHT). Tingginya DHT membuat helai rambut menjadi lebih tipis dan lebih cepat rontok dari akarnya. Kerontokan pada pria biasanya berpola seperti berikut:
  • Garis rambut yang bergeser naik.
  • Penipisan rambut di bagian ubun-ubun dan samping kepala.
Sedangkan pola kerontokan rambut wanita biasanya hanya menipis pada bagian atas kepala. Kerontokan pada wanita umumnya terkait dengan perubahan hormon seperti pada masa menopause, masa kehamilan dan penggunaan kontrasepsi hormonal.
Rambut rontok umumnya merupakan bagian dari reaksi alami tubuh karena penuaan sehingga tidak membahayakan kesehatan Anda. Oleh karena itu, gangguan ini jarang membutuhkan penanganan medis. Tetapi jika kerontokan mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, perlu beberapa penanganan medis.




Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A



Rabu, 01 Maret 2017

Kebotakan





KEBOTAKAN
A.    DEFINISI
Alopecia atau yang biasa kita sebut kebotakan adalah kelainan yang terjadi di mana jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari rambut yang tumbuh. Pada beberapa kasus, rambut tidak tumbuh kembali, dan menyebabkan kebotakan atau bald spot. Rata-rata rambut rontok 25-100 helai rambut per hari. Disebut alopecia jika rambut rontok lebih dari 100 helai per hari.
Ada 3 jenis alopecia:
·      Alopecia areata – botak di beberapa titik
·      Alopecia totalis – botak seluruh kulit kepala
·      Alopecia universalis – botak seluruh rambut tubuh
Tergantung pada penyebabnya, kondisi ini dapat terjadi sementara atau dapat
berlangsung lebih lama. Alopecia dapat menyebabkan stress, namun alopecia dapat
menjadi suatu tanda penyakit lain. Diskusikan dengan dokter Anda jika kondisi Anda
tidak membaik atau bahkan memburuk.
B.     Seberapa umumkah alopecia (kebotakan)?
Alopecia dapat terjadi pada laki-laki, wanita, dan anak-anak. Pada beberapa orang, rambut rontok dapat terjadi setelah kejadian tertentu dalam hidup seperti penyakit, kehamilan atau trauma. Laki-laki berusia lebih dari 50 tahun dan wanita berusia lebih dari 50 tahun yang sudah menopause lebih sering menderita alopecia.
C.    Tanda-tanda & gejala
Alopecia memiliki berbagai gejala dan tanda tergantung penyebabnya. Alopecia dapat terjadi secara mendadak atau bertahap dan dapat terjadi sementara atau permanen. Alopecia dapat terjadi pada kulit kepala atau bahkan seluruh tubuh. Berikut adalah beberapa gejala dan tanda alopecia:
·      Rambut rontok lebih dari 100 helai per hari
·      Terkadang muncul rasa terbakar atau sensasi gatal
·      Kulit yang botak biasanya mulus, berbentuk bulat, dan berwarna peach;
·      Alopecia areata: kulit yang botak dapat berbentuk lingkaran. Biasanya, rambut rontok terjadi di kulit kepala, namun pada beberapa kasus, alopecia dapat terjadi di janggut atau alis
·      Alopecia totalis: rambut sangat mudah rontok saat Anda menyisir rambut. Alopesia jenis ini biasanya menyebabkan penipisan rambut
·      Alopecia universalis: kemoterapi kanker dapat menyebabkan alopecia; biasanya rambut tumbuh kembali setelah itu
D.    Kapan saya harus periksa ke dokter?
Anda harus pergi ke dokter bila kondisi Anda tidak membaik atau bahkan memburuk. Alopecia yang mendadak dapat merupakan tanda dari penyakit lain yang membutuhkan terapi. Jadi, hal yang lebih penting yaitu menemukan penyebabnya dibanding menemukan terapinya. Informasikan pada dokter Anda jika Anda merasakan rambut Anda rontok saat disisir atau keramas biasa.
E.     Penyebab
Penyebab pasti alopecia masih belum diketahui. Meski begitu, para ahli medis menyatakan bahwa alopecia berhubungan dengan beberapa faktor berikut:
·           Riwayat keluarga: jika anggota keluarga Anda menderita alopecia, Anda juga sangat berisiko tinggi dengan kondisi ini. Riwayat keluarga juga dapat menunjukkan usia Anda menderita alopecia serta kemungkinan perkembangan kondisi ini.
·           Hormon: perubahan dan ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan kebotakan sementara. Perubahan hormon dapat terjadi karena kehamilan, kelahiran, atau mendekati masa menopause. Kelenjar tiroid juga mempengaruhi kadar hormon, yang dapat menyebabkan alopecia.
·           Kondisi kulit: infeksi kulit kepala atau penyakit kulit seperti lupus, lichen planus dapat menyebabkan rambut rontok.
·           Induksi obat: obat kanker, radang sendi, depresi, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan alopecia. Pil pengontrol kehamilan dan vitamin A yang berlebihan juga dapat menyebabkan alopecia.
·           Gangguan mencabut rambut: disebut juga dengan trikotilomania, menyebabkan orang terdorong untuk mencabut rambut pada kulit kepala, alis atau bagian lain dari tubuh
F.     Faktor-faktor risiko
Ada banyak faktor risiko untuk alopecia, yaitu:
·           Riwayat keluarga: jika anggota keluarga Anda menderita alopecia, Anda juga sangat berisiko tinggi dengan kondisi ini
·           Usia: risiko rambut rontok meningkat dengan bertambahnya usia
·           Nutrisi buruk:  rambut menjadi rapuh dan mudah lepas saat Anda kekurangan nutrisi
·           Beberapa penyakit dapat meningkatkan risiko Anda, seperti diabetes dan lupus eritematosus
·           Stres
G.    Obat & Pengobatan
Terapi kebotakan dapat berupa obat-obatan, pembedahan, terapi laser atau rambut palsu. Dokter dapat menganjurkan Anda 1 atau kombinasi terapi untuk mendapatkan hasil dari terapi paling efektif.
Terapi obat-obatan: 2 obat yang paling sering digunakan untuk mengobati rambut rontok yaitu minoxidil (rogaine) dan finasteride (Propecia). Minoxidil dapat berbentuk cairan atau solusi sabun. Biasanya digunakan pada kulit kepala 2 kali sehari. Minoxidil membantu Anda mengurangi rambut rontok dan membantu rambut tumbuh kembali. Finasteride biasanya dalam bentuk obat minum dan hanya diberikan pada laki-laki.
Pembedahan: dokter akan melakukan pembedahan jika rambut Anda rontok permanen. Biasanya dilakukan implantasi rambut pada kulit kepala. Meski begitu, prosedur ini membutuhkan biaya besar dan dapat menimbulkan rasa nyeri.
Terapi laser: terapi laser dapat membantu pasien mengurangi rambut rontok dan membantu rambut tumbuh kembali lebih tebal.
Pemakaian rambut palsu: jika terapi lain tidak efektif, memakai rambut palsu merupakan pilihan alternatif yang aman
H.    Pengobatan di rumah                                                                                                     
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi alopecia:
·      Cucilah rambut dengan lembut, begitu pula saat menyisir rambut
·      Hindari gaya rambut terlalu ketat seperti dikuncir, disanggul, dan dikepang
·      Diet seimbang
·      Hindari memuntir, menarik, atau menggosok rambut Anda
·      Keringkan rambut Anda hanya dengan handuk. Biarkan rambut kering dan tepuk-tepuk rambut
·      Gunakan sisir lebar untuk menyisir rambut, jangan menyisir rambut saat rambut masih basah
·      Gunakan conditioner untuk melembutkan rambut sehingga mudah disisir
·      Beri tahu dokter Anda jika Anda mengalami tanda infeksi setelah pemakaian steroid. Tandanya dapat berupa: kemerahan, bengkak, nyeri dan rasa terbakar pada tempat suntikan

                                                Hasil gambar untuk kebotakan

Untuk Informasi Lebih lanjut hubungi :
Klinik Kencana Asri Medika
Jl. A. Yani 150 Pekukuhan
Mojosari Mojokerto
Telp/SMS/WA : 082146523462
BBM : 2BA81A7A